Jumat, 30 September 2016

Komunikasi Massa

PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA
Media Massa merupakan wadah yg berasal dari komunikasi massa berarti pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang . Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa. Jadi,sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yg banyak , jika tidak menggunakan komunikasi massa , itu bukan merupakan komunikasi massa. Media komunikasi yang termasuk media massa adalah : media elektronik , media cetak dan film.
Defini komunikasi massa yg lebih perici dikemukakan oleh ahli komunikasi lain, yaitu Garbner. Menurut  Garbner (1967) komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri
Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi  massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus  dalam jarak waktun yang tetap, misalnya harian, mingguan , atau bulanan . Proses memproduksi pesan tidak dapat dilakukan oleh perorangan , melainkan harus oleh lembaga  dan membutuhkan suatu teknologi tertentu sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri.
Definisi komunikasi massa dari Meletzke berikut ini memperlihatkan sifat dan ciri komunikasi massa yg satu arah dan tidak langsung sebgai akibat dari penggunaan dari media massa, juga sifat pesannya yang terbuka untuk semua orang . Dalam definsi Meletzke,komunikasi massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yg tersebar.
Disisi lain Wright mengemukakan komunikasi massa merupakan definisi yg lengkap, yang dapat mendeskripsikan komunikasi massa secara jelas. Sedangkan Gerbner mengungkapkan bahwa komunikasi massa itu melibatkan lembaga.
Lalu ada ahli komunikasi lainnya, Joseph A. De Vito merumuskan definisi komunikasi massa yg pada intinya merupakan penjelasan tentang pengertian massa serta tentang media yg digunakannya.

Menyimak berbagai definisi komunikasi massa yang dikemukakan para ahli komunikasi, tampaknya tidak ada perbedaan yang mendasar atau prinsip, bahkan definisi-definisi itu satu sama lain saling melengkapi. Hal ini telah memberikan gambaran yg jelas mengenai pengertian komunikasi massa. Bahkan, secara tidak lamgsung dari pengertian komunikasi massa dapat diketahui pula ciri-ciri komunikasi massa yang membedakannya dari bentuk komunikasi lainnya.


ELEMEN KOMUNIKASI MASSA
Ø  Komunikator
Komunikator merupakan gabungan dari berbagai individu dalam sebuah lembaga media massa.   Komunikator dalam media massa bersifat mencari keuntungan. Bukan semata mata mencari keuntungan, tetapi orientasi keuntungan menjadi dasar pembentukan organisasi.

Ø   Isi
Masing-masing media massa mempunyai kebijakan sendiri sendiri dalam pengelolaan isinya. Bagi Ray Eldon Hiebert dkk (1985) isi media setidak tidaknya bisa dibagi kedalam lima kategori yakni : 1) berita dan informasi, 2) analisis dan interpretasi, 3) pendidikan dan sosialisasi, 4) hubungan masyarakat dan persuasi, 5) iklan dan bentuk penjualan lain. 

Ø  Audience
Audience yang dimaksud dalam komunikasi massa sangat beragam, akan tetapi, masing masing individu bisa saling mereaksi pesan yang diterimanya.

Ø  Umpan Balik
 Ada 2 umpan balik dalam komunikasi yaitu, umpan balik langsung dan tidak langsung, Umpan balik secara langsung, misalnya bisa ditunjukan dalam letter to editor (surat pembaca). Umpan balik merupakan bahan yang direfleksikan kepada sumber / komunikan setelah dipertimbangkan dalan waktu tertentu sebelum dikirimkan.

Ø  Gangguan
Ada 2 jenis gangguan yaitu gangguan saluran dan gangguan semantik. Gangguan saluran merupakan gangguan yang ada pada setiap tahapan komunikasi massa atau dimana mana, Gangguan semantik adalah gangguan yang ada terhadap ilmu bahasa yang mempelajari tentang tata kalimat.

Ø  Gatekeeper
John R. Bittner (1996) mengistilahkan gatekeeper sebagai individu individu atau kelompok orang yang memantau arus informasi dalam sebuah saluran komunikasi (massa).

Ø  Pengatur
Pengatur dalam media massa adalah mereka yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi proses aliran pesan media massa. Pengatur ini tidak berasal dari dalam media tersebut, tetapi di luar media. Namun demikian, meskipun di luar media massa, kelompok itu bisa ikut menentukan kebijakan redaksional.

Ø  Filter
Filter adalah kerangka pikir melalui mana audience menerima pesan. Filter ibarat sebuah bingkai kacamata tempat audience bisa melihat dunia. Hal ini berarti dunia riil yang diterima dalam memori sangat tergantung dari bingkai tersebut. Ada beberapa filter, antara lain filter fisik, psikologis, budaya, dan yang berkaitan dengan informasi


FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
                Ada banyak pendapat yang dikemukakan untuk mengupas fungsi-fungsi komunikasi massa. Sama dengan definisi komunikasi massa, fungsi komunikasi massa juga mempunyai latar belakang dan tujuan yang berbeda satu sama lain. Tetapi meskipun berbeda mereka kemungkinan mempunyai titik tekan yang sama. Apa pun yang dikemukakan setidaknya memiliki benang merah bahwa fungsi komunikasi massa secara umum bias dikemukakan, seperti informasi, pendidikan, dan hiburan.
                Ada satu hal yang perlu disepakati terlebih dahulu ketika kita membicarakan fungsi komunikasi massa yang harus ada dalam benak kita adalah kita juga sedang membicarakan fungsi media massa. Mengapa? Karena komunikasi massa berarti komunikasi lewat media massa, berarti komunikasi massa tidak akan ditemukan maknanya tanpa menyertakan media massa sebagai elmen terpenting dalam komunikasi massa. Sebab tidak ada komunikasi massa tanpa media massa.
                Beberapa fungsi komunikasi massa yang akan kita bicarakan di bagian ini tidak dimaksudkan tidak untuk membingungkan. Beberapa definisi bisa dijadikan bukti bahwa masing-masing orang berbeda satu sama lain dalam memberikan istilah. Beberapa definisi dibawah ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang fungsi-fungsi komunikasi massa yang dimaksud
                Fungsi komunikasi massa menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988) antara lain : (1) to inform (menginformasikan), (2) to entertain (member hiburan), (3) to persuade (membujuk), dan (4) transmission of the culture ( transmisi budaya). Sementara itu, fungsi komunikasi massa menurut John Vivian dalam bukunya The Media of Mass Communication (1991) disebutkan: (1) providing information, (2) providing entertainment, (3) helping to persuade, dan (4) contributing to social cohesion (mendorong kohesi social). Ada pula fungsi komunikasi massa yang pernah dikemukakan oleh Harold D. Laswell yakni, (1) surveilliance of the environment (fungsi pengawasan), (2) correlation of the part of society in responding to the environment (fungsi korelasi), dan (3) transmission of the social heritage from one generation to the next (fungsi pewarisan social). Sama seperti pendapat Lasswell, Charles Robert Wright (1988) menambah fungsi entertainment, (hiburan) dalam fungsi komunikasi massa.
                Sementara itu, menurut Alexis S. Tan fungsi komunikasi bisa beroprasi dalam empat hal. Meskipun secara eksplisit ia tidak mengatakan fungsi komunikasi massa, tetapi ia menyebut bahwa penerima pesan dalam komunikasi bisa kumpulan orang (a group of persons) atau ia menyebut nya mass audience, sedangkan pengirim pesan atau komunikatornya termasuk kelompok orang atau media massa, itu sudah dapat dijadikan bukti bahwa fungsi yang dimaksud adalah fungsi komunikasi massa. Paling tidak, itu bisa dilihat dari cirri komunikator dan audience-nya.

A.      Informasi
Fungsi informasi merupakan fungsi paling penting yang terdapat dalam komunikasi massa. Komponen paling penting untuk mengetahui fungsi informasi ini adalah berita-berita yang disajikan. Iklan pun dalam beberapa hal memiliki fungsi memberikan informasi disamping fungsi-fungsi yang lain
Fakta-fakta yg dicari waratawan di lapangan kemudian dituangkan dalam tulisan juga merupakan informasi. Fakta yang dimaksud adalah adanya kejadian yang benar-benar terjadi dimasyarakat . dalam istilah jurnalistik, fakta-fakta tersebut diringkas dalam istilah 5W + 1H (What, Where, Who, When, Why, + How) atau apa, dimana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana. Saat ini , konsep 5W + 1H atau straight news (berita singkat) sudah dikembangkan dengan peliputan jurnalisme investigasi (investigasi journalism) yakni, suatu bentuk liputan yang dilakukan secara mendalam .
Bahkan sekarang, banyak media kita (terutama majalah) mengembangkan penulisan feature, sebuah gabungan penulisan antara kaidah sastra dengan kaidah jurnalistik. Kaidah sastra berhubungan dengan teknik penulisan . artinya , agar tulisan itu menarik dan enak untuk dibaca. Semnetara kaidah jurnalistik mendukung dimunculkan nya fakta-fakta yang didapat di lapangan. Penulisan feature tanpa kaidah sastra akan menghasilkan tulisan yang keras, kering, dan tidak enak dibaca.
Dalam perkembangan jurnalistik saat ini, media massa yang hanya menulis atau menyajikan berita dengan mengembangkan fakta-fakta tidak cukup lagi. Dimata Jakob oetama (2001) sebuah berita bukan lah kejadianya, tetapi laporan tentang suatu kejadian yang aktual dan bermakna.

B.      Hiburan
Fungsi hiburan untuk media elektronik menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain. Masalahnya, masyarakat kita masih menjadikan telivisi sebagai media hiburan. Dalam sebuah keluarga, televisi bisa sebagai perekat keintiman keluarga itu karna masing-masing anggota keluarga mempunyai kesibukan sendiri-sendiri.
Jangan heran jika pada jam-jam prime time (pukul 19.00 sampain 21.00) acara akan disajikan hiburan, entah sinetron, kuis, atau acara jenaka lainnya.
Hal ini sangat berbeda dengan media cetak. Media cetak biasanya tidak menempatkan hiburan pada posisi paling atas, tetapi informasi. Namun demikian, media cetak pun tetap harus memfungsikan hiburan. Dengan adanya teka-teki, dan cerita bergambar. Hal itu pula mengapa, terbitan hari minggu untuk harian sangat berbeda jauh dengan hari yang lain, mengapa? Pembaca akan menikmati hari minggu untuk bersantai bersama keluarga.

C.      Persuasi
Fungsi persuasif komunikasi massa tidak kalah pentingnya dengan informasi dan hiburan. Banyak bentuk tulisan yang kalau diperhatikan secarasekilas hanya berupa informasi, tetapi jika diperhatikan lebih jeli ternyata terdapat fungsi persuasif. Tulisan Tajuk Rencana, artikel, dan surat pembaca merupakan contoh persuasive.
Aktivitas PR dan promosi khusus dalam komunikasi tatap muka juga menjadi bentuk dari fungsi persuasi. Bahkan, jika aktivitas PR dan promosi khusus dilakukan melalui media massa, semua itu tidak lepas dari usaha untuk mempengaruhi orang lain.
Banyak hal yang dibaca, didengar, dan dilihat khalayak penuh dengan kepentingan persuasif ini. Kampanye politik yang secara periodic menyita perhatian kita di media massa, hamper murni persuasive.
Bagi Josep A. Devito(1997) fungsi persuasif dianggap sebagai fungsi yang penting dari komunikasi massa. Persuasi bisa dating dari berbagai bentuk : (1) mengkukuhkan atau memperkuat sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang (2) mengubah sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang (3) menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu dan (4) memperkenalkan etika, atau menawarkan system nilai tertentu.

D.      Transmisi Budaya
Merupakan suatu bentuk fungsi komunikasi massa yang paling luas, meskipun paling sedikit dibicarakan transmis budaya tidak dapat di elakan selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mempunyai dampak pada penerimaan individu
Transmisi budaya mengambil dua tempat dalam dua tingkatan, kontemporer dan historis. Dua tingkatan tersebut tidak dipisahkan, tetapi dijalani secara konstan. Apalagi media massa merupakan alat utama didalam transmisi budaya pada kedua tingkatan tersebut.
Ada dua hal yang unik tentang komunikasi sebagai sesuatu yang unik, dalam teori semantic umum dari ilmu pengetahuan dan kesehatan. Alfred Korzybski (1962) menamakanya kemampuan pengendalian waktu (time-binding) manusia yang didasarkan pada ingatan.

E.       Mendorong Kohesi Sosial
Kohesi yang dimaksud adalah penyatuan. Artinya, media massa mendorong masyarakat untuk bersatu. Dalam bahasa yang popular kohesi social sama artinya dengan integrasi. Sebab, media massa yang tidak dapat mendorong penyatuan masyarakat atau dengan kata lain, media massa hanya menciptakan desintegrasi social.

F.       Pengawasan
Bagi laswell,komunikasi massa mempunyai fungsi pengawasan. Artinya, menunjuk kepada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita. Fungsi pengawasan bisa dibagi menjadi dua, yakni warning or beware surveillance  atau  pengawasan instrumental.

G.     Korelasi
Adalah fungsi yang menghubungkan bagian-bagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitanya dengan fungsi ini adalah peran media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen masyarakat

H.      Pewarisan Sosial
Dalam hal ini media massa berfungsi sebagai seorang pendidik, baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang mencoba meneruskan atau mewariskan suatu ilmu pengetahuan, nilai, norma, pranata, dan etika dari satu generasi ke generasi selanjutnya.


I.        Melawan Kekuasaan dan Kekuatan Represif
Komunikasi massa di pahami secara linier memerankan fungsi-fungsi klasik seperti yang diungkapkan sebelumnya. Hal yang dilupakan oleh banyak orang adalah bahwa komunikasi massa bisa menjadi sebuah alat untuk melawan kekuasaan dan kekuatan represif. Komunikasi berperan memberikan informasi, tetapi informasi yang diungkapkan nya ternyata mempunyai motif-motif tertentu untuk melawan kemapanan. Memang di akui komunikasi massa juga bisa berperan untuk memperkuat kekuasaan tetapi bisa juga sebaliknya.

J.        Menggugat Hubungan Trikotomi
Hubungan trikotomi adalah hubungan yang bertolak belakang anatara tiga pihak. Dalam kajian komunikasi hubungan troktomi melibatkan pemerintah,pers dan masyarakat. Ketiga pihak ini dianggap tidak pernah mencapai sepakat karena perbedaan kepentingan masing-masing  pihak. Oleh karena itu, bisa disebut dengan hubungan trikotomi


DAFTAR PUSTAKA :
  • Ardianto Elvinaro, Komala Lukiati . Dan Karlinah Siti.2015.Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
  • Nurudin. 2014. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta :Rajawali Pers.