PENGERTIAN
KOMUNIKASI MASSA
Media Massa
merupakan wadah yg berasal dari komunikasi massa berarti pesan yang
dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang . Dari definisi
tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media
massa. Jadi,sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yg banyak ,
jika tidak menggunakan komunikasi massa , itu bukan merupakan komunikasi massa.
Media komunikasi yang termasuk media massa adalah : media elektronik , media
cetak dan film.
Defini komunikasi massa yg lebih
perici dikemukakan oleh ahli komunikasi lain, yaitu Garbner. Menurut Garbner (1967) komunikasi massa adalah
produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan
yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri
Dari definisi Gerbner tergambar
bahwa komunikasi massa itu menghasilkan
suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan,
didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktun yang tetap, misalnya
harian, mingguan , atau bulanan . Proses memproduksi pesan tidak dapat
dilakukan oleh perorangan , melainkan harus oleh lembaga dan membutuhkan suatu teknologi tertentu
sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri.
Definisi komunikasi massa dari Meletzke
berikut ini memperlihatkan sifat dan ciri komunikasi massa yg satu arah dan
tidak langsung sebgai akibat dari penggunaan dari media massa, juga sifat
pesannya yang terbuka untuk semua orang . Dalam definsi Meletzke,komunikasi
massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan
secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu
arah pada publik yg tersebar.
Disisi lain Wright mengemukakan
komunikasi massa merupakan definisi yg lengkap, yang dapat mendeskripsikan
komunikasi massa secara jelas. Sedangkan Gerbner mengungkapkan bahwa komunikasi
massa itu melibatkan lembaga.
Lalu ada ahli komunikasi lainnya,
Joseph A. De Vito merumuskan definisi komunikasi massa yg pada intinya
merupakan penjelasan tentang pengertian massa serta tentang media yg
digunakannya.
Menyimak berbagai definisi
komunikasi massa yang dikemukakan para ahli komunikasi, tampaknya tidak ada
perbedaan yang mendasar atau prinsip, bahkan definisi-definisi itu satu sama
lain saling melengkapi. Hal ini telah memberikan gambaran yg jelas mengenai
pengertian komunikasi massa. Bahkan, secara tidak lamgsung dari pengertian
komunikasi massa dapat diketahui pula ciri-ciri komunikasi massa yang membedakannya
dari bentuk komunikasi lainnya.
ELEMEN KOMUNIKASI
MASSA
Ø Komunikator
Komunikator merupakan gabungan dari berbagai
individu dalam sebuah lembaga media massa. Komunikator dalam media massa bersifat
mencari keuntungan. Bukan semata mata mencari keuntungan, tetapi orientasi
keuntungan menjadi dasar pembentukan organisasi.
Ø Isi
Masing-masing media massa mempunyai kebijakan
sendiri sendiri dalam pengelolaan isinya. Bagi Ray Eldon Hiebert dkk (1985) isi
media setidak tidaknya bisa dibagi kedalam lima kategori yakni : 1) berita dan
informasi, 2) analisis dan interpretasi, 3) pendidikan dan sosialisasi, 4)
hubungan masyarakat dan persuasi, 5) iklan dan bentuk penjualan lain.
Ø Audience
Audience yang dimaksud dalam komunikasi massa
sangat beragam, akan tetapi, masing masing individu bisa saling mereaksi pesan
yang diterimanya.
Ø Umpan Balik
Ada 2
umpan balik dalam komunikasi yaitu, umpan balik langsung dan tidak langsung,
Umpan balik secara langsung, misalnya bisa ditunjukan dalam letter to editor
(surat pembaca). Umpan balik merupakan bahan yang direfleksikan kepada sumber /
komunikan setelah dipertimbangkan dalan waktu tertentu sebelum dikirimkan.
Ø Gangguan
Ada 2 jenis gangguan yaitu gangguan saluran dan
gangguan semantik. Gangguan saluran merupakan gangguan yang ada pada setiap
tahapan komunikasi massa atau dimana mana, Gangguan semantik adalah gangguan
yang ada terhadap ilmu bahasa yang mempelajari tentang tata kalimat.
Ø Gatekeeper
John R. Bittner (1996) mengistilahkan gatekeeper
sebagai individu individu atau kelompok orang yang memantau arus informasi
dalam sebuah saluran komunikasi (massa).
Ø Pengatur
Pengatur dalam media massa adalah mereka yang
secara tidak langsung ikut mempengaruhi proses aliran pesan media massa.
Pengatur ini tidak berasal dari dalam media tersebut, tetapi di luar media.
Namun demikian, meskipun di luar media massa, kelompok itu bisa ikut menentukan
kebijakan redaksional.
Ø Filter
Filter adalah kerangka pikir melalui mana
audience menerima pesan. Filter ibarat sebuah bingkai kacamata tempat audience
bisa melihat dunia. Hal ini berarti dunia riil yang diterima dalam memori
sangat tergantung dari bingkai tersebut. Ada beberapa filter, antara lain
filter fisik, psikologis, budaya, dan yang berkaitan dengan informasi
FUNGSI KOMUNIKASI MASSA
Ada banyak
pendapat yang dikemukakan untuk mengupas fungsi-fungsi komunikasi massa. Sama
dengan definisi komunikasi massa, fungsi komunikasi massa juga mempunyai latar
belakang dan tujuan yang berbeda satu sama lain. Tetapi meskipun berbeda mereka
kemungkinan mempunyai titik tekan yang sama. Apa pun yang dikemukakan
setidaknya memiliki benang merah bahwa fungsi komunikasi massa secara umum bias
dikemukakan, seperti informasi, pendidikan, dan hiburan.
Ada satu hal
yang perlu disepakati terlebih dahulu ketika kita membicarakan fungsi
komunikasi massa yang harus ada dalam benak kita adalah kita juga sedang
membicarakan fungsi media massa. Mengapa? Karena komunikasi massa berarti
komunikasi lewat media massa, berarti komunikasi massa tidak akan ditemukan
maknanya tanpa menyertakan media massa sebagai elmen terpenting dalam
komunikasi massa. Sebab tidak ada komunikasi massa tanpa media massa.
Beberapa
fungsi komunikasi massa yang akan kita bicarakan di bagian ini tidak
dimaksudkan tidak untuk membingungkan. Beberapa definisi bisa dijadikan bukti
bahwa masing-masing orang berbeda satu sama lain dalam memberikan istilah.
Beberapa definisi dibawah ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang
fungsi-fungsi komunikasi massa yang dimaksud
Fungsi
komunikasi massa menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988) antara lain
: (1) to inform (menginformasikan), (2) to entertain (member hiburan), (3) to
persuade (membujuk), dan (4) transmission of the culture ( transmisi budaya).
Sementara itu, fungsi komunikasi massa menurut John Vivian dalam bukunya The
Media of Mass Communication (1991) disebutkan: (1) providing information, (2)
providing entertainment, (3) helping to persuade, dan (4) contributing to
social cohesion (mendorong kohesi social). Ada pula fungsi komunikasi massa
yang pernah dikemukakan oleh Harold D. Laswell yakni, (1) surveilliance of the
environment (fungsi pengawasan), (2) correlation of the part of society in responding
to the environment (fungsi korelasi), dan (3) transmission of the social
heritage from one generation to the next (fungsi pewarisan social). Sama
seperti pendapat Lasswell, Charles Robert Wright (1988) menambah fungsi
entertainment, (hiburan) dalam fungsi komunikasi massa.
Sementara
itu, menurut Alexis S. Tan fungsi komunikasi bisa beroprasi dalam empat hal.
Meskipun secara eksplisit ia tidak mengatakan fungsi komunikasi massa, tetapi
ia menyebut bahwa penerima pesan dalam komunikasi bisa kumpulan orang (a group
of persons) atau ia menyebut nya mass audience, sedangkan pengirim pesan atau
komunikatornya termasuk kelompok orang atau media massa, itu sudah dapat
dijadikan bukti bahwa fungsi yang dimaksud adalah fungsi komunikasi massa.
Paling tidak, itu bisa dilihat dari cirri komunikator dan audience-nya.
A.
Informasi
Fungsi informasi merupakan fungsi paling
penting yang terdapat dalam komunikasi massa. Komponen paling penting untuk
mengetahui fungsi informasi ini adalah berita-berita yang disajikan. Iklan pun
dalam beberapa hal memiliki fungsi memberikan informasi disamping fungsi-fungsi
yang lain
Fakta-fakta yg dicari waratawan di lapangan
kemudian dituangkan dalam tulisan juga merupakan informasi. Fakta yang dimaksud
adalah adanya kejadian yang benar-benar terjadi dimasyarakat . dalam istilah
jurnalistik, fakta-fakta tersebut diringkas dalam istilah 5W + 1H (What, Where,
Who, When, Why, + How) atau apa, dimana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana.
Saat ini , konsep 5W + 1H atau straight news (berita singkat) sudah
dikembangkan dengan peliputan jurnalisme investigasi (investigasi journalism)
yakni, suatu bentuk liputan yang dilakukan secara mendalam .
Bahkan sekarang, banyak media kita (terutama
majalah) mengembangkan penulisan feature, sebuah gabungan penulisan antara
kaidah sastra dengan kaidah jurnalistik. Kaidah sastra berhubungan dengan
teknik penulisan . artinya , agar tulisan itu menarik dan enak untuk dibaca.
Semnetara kaidah jurnalistik mendukung dimunculkan nya fakta-fakta yang didapat
di lapangan. Penulisan feature tanpa kaidah sastra akan menghasilkan tulisan
yang keras, kering, dan tidak enak dibaca.
Dalam perkembangan jurnalistik saat ini, media
massa yang hanya menulis atau menyajikan berita dengan mengembangkan
fakta-fakta tidak cukup lagi. Dimata Jakob oetama (2001) sebuah berita bukan
lah kejadianya, tetapi laporan tentang suatu kejadian yang aktual dan bermakna.
B.
Hiburan
Fungsi hiburan untuk media elektronik
menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang
lain. Masalahnya, masyarakat kita masih menjadikan telivisi sebagai media
hiburan. Dalam sebuah keluarga, televisi bisa sebagai perekat keintiman
keluarga itu karna masing-masing anggota keluarga mempunyai kesibukan
sendiri-sendiri.
Jangan heran jika pada jam-jam prime time
(pukul 19.00 sampain 21.00) acara akan disajikan hiburan, entah sinetron, kuis,
atau acara jenaka lainnya.
Hal ini sangat berbeda dengan media cetak.
Media cetak biasanya tidak menempatkan hiburan pada posisi paling atas, tetapi
informasi. Namun demikian, media cetak pun tetap harus memfungsikan hiburan.
Dengan adanya teka-teki, dan cerita bergambar. Hal itu pula mengapa, terbitan
hari minggu untuk harian sangat berbeda jauh dengan hari yang lain, mengapa?
Pembaca akan menikmati hari minggu untuk bersantai bersama keluarga.
C.
Persuasi
Fungsi persuasif komunikasi massa tidak kalah
pentingnya dengan informasi dan hiburan. Banyak bentuk tulisan yang kalau
diperhatikan secarasekilas hanya berupa informasi, tetapi jika diperhatikan
lebih jeli ternyata terdapat fungsi persuasif. Tulisan Tajuk Rencana, artikel,
dan surat pembaca merupakan contoh persuasive.
Aktivitas PR dan promosi khusus dalam
komunikasi tatap muka juga menjadi bentuk dari fungsi persuasi. Bahkan, jika
aktivitas PR dan promosi khusus dilakukan melalui media massa, semua itu tidak
lepas dari usaha untuk mempengaruhi orang lain.
Banyak hal yang dibaca, didengar, dan dilihat
khalayak penuh dengan kepentingan persuasif ini. Kampanye politik yang secara
periodic menyita perhatian kita di media massa, hamper murni persuasive.
Bagi Josep A. Devito(1997) fungsi persuasif
dianggap sebagai fungsi yang penting dari komunikasi massa. Persuasi bisa
dating dari berbagai bentuk : (1) mengkukuhkan atau memperkuat sikap,
kepercayaan, atau nilai seseorang (2) mengubah sikap, kepercayaan, atau nilai
seseorang (3) menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu dan (4)
memperkenalkan etika, atau menawarkan system nilai tertentu.
D.
Transmisi Budaya
Merupakan suatu bentuk fungsi komunikasi massa
yang paling luas, meskipun paling sedikit dibicarakan transmis budaya tidak
dapat di elakan selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mempunyai
dampak pada penerimaan individu
Transmisi budaya mengambil dua tempat dalam
dua tingkatan, kontemporer dan historis. Dua tingkatan tersebut tidak
dipisahkan, tetapi dijalani secara konstan. Apalagi media massa merupakan alat
utama didalam transmisi budaya pada kedua tingkatan tersebut.
Ada dua hal yang unik tentang komunikasi
sebagai sesuatu yang unik, dalam teori semantic umum dari ilmu pengetahuan dan
kesehatan. Alfred Korzybski (1962) menamakanya kemampuan pengendalian waktu
(time-binding) manusia yang didasarkan pada ingatan.
E.
Mendorong Kohesi Sosial
Kohesi yang dimaksud adalah penyatuan.
Artinya, media massa mendorong masyarakat untuk bersatu. Dalam bahasa yang
popular kohesi social sama artinya dengan integrasi. Sebab, media massa yang
tidak dapat mendorong penyatuan masyarakat atau dengan kata lain, media massa
hanya menciptakan desintegrasi social.
F.
Pengawasan
Bagi laswell,komunikasi massa mempunyai fungsi
pengawasan. Artinya, menunjuk kepada pengumpulan dan penyebaran informasi
mengenai kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita. Fungsi pengawasan bisa dibagi
menjadi dua, yakni warning or beware surveillance atau
pengawasan instrumental.
G.
Korelasi
Adalah fungsi yang menghubungkan bagian-bagian
dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitanya dengan fungsi
ini adalah peran media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen
masyarakat
H.
Pewarisan Sosial
Dalam hal ini media massa berfungsi sebagai
seorang pendidik, baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang
mencoba meneruskan atau mewariskan suatu ilmu pengetahuan, nilai, norma,
pranata, dan etika dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
I.
Melawan Kekuasaan dan Kekuatan Represif
Komunikasi massa di pahami secara linier
memerankan fungsi-fungsi klasik seperti yang diungkapkan sebelumnya. Hal yang
dilupakan oleh banyak orang adalah bahwa komunikasi massa bisa menjadi sebuah
alat untuk melawan kekuasaan dan kekuatan represif. Komunikasi berperan memberikan
informasi, tetapi informasi yang diungkapkan nya ternyata mempunyai motif-motif
tertentu untuk melawan kemapanan. Memang di akui komunikasi massa juga bisa
berperan untuk memperkuat kekuasaan tetapi bisa juga sebaliknya.
J.
Menggugat Hubungan Trikotomi
Hubungan trikotomi adalah hubungan yang
bertolak belakang anatara tiga pihak. Dalam kajian komunikasi hubungan troktomi
melibatkan pemerintah,pers dan masyarakat. Ketiga pihak ini dianggap tidak
pernah mencapai sepakat karena perbedaan kepentingan masing-masing pihak. Oleh karena itu, bisa disebut dengan
hubungan trikotomi
DAFTAR PUSTAKA :
- Ardianto Elvinaro, Komala Lukiati . Dan Karlinah Siti.2015.Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
- Nurudin. 2014. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta :Rajawali Pers.